KUALITAS DAN AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN BAGI ORANG ASLI PAPUA

MAJELIS RAKYAT PAPUA
PROVINSI PAPUA
PENJARINGAN ASPIRASI


“KUALITAS DAN AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN BAGI ORANG ASLI PAPUA”


IBU ZANDRA MAMBRASAR

(ANGGOTA POKJA PEREMPUAN)
Keerom, 13 Desember 2025

TEMUAN KUNCI, HARAPAN DAN REKOMENDASI

TEMUAN KUNCI
Dari Penjaringan Aspirasi dengan Tema “Kualitas dan Aksesibilitas Pelayan Kesehatan Bagi Orang Asli Papua”. yang telah dilaksanakan oleh Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua oleh Anggota Pokja Perempuan Ibu Zandra Mambrasar pada hari Sabtu, 13 Desember 2025 bertempat di Kampung Swakarsa Kabupaten Keerom.

Penjaringan Aspirasi ini dilakukan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari Konstituen Daerah Pemilihan 3 Wilayah TABI yang bermukim di Kabupaten Keerom.

Dalam pertemuan ini dihadiri kurang lebih berjumlah 100 orang peserta yang terdiri dari Perempuan sebanyak kurang lebih 80 orang dan Laki-laki kurang lebih sebanyak 20 orang. Penjaringan Aspirasi berlangsung dengan metode Focus Group Discussion / FGD (Diskusi Kelompok Terarah) dan pembagian quesioner.

Diskusi kelompok dibagi dalam 5 kelompok. Adapun hasil dari diskusi kelompok menemukan sejumlah persoalan dalam Hak Atas Kesehatan Orang Asli Papua yang berada di Kabupaten Keerom.

Berikut beberapa temuan kunci dari Penjariangan Aspirasi:

  • Jarak fasilitas kesehatan yang jauh dari pemukiman masyarakat.
  • Tidak tersedianya transportasi umum yang memadai dan kontinyu.
  • Tidak tersedianya ambulance dan sopir yang standby 1×24 jam.
  • Sarana dan Prasana Fasilitas Kesehatan belum memadai
    Tenaga Kesehatan juga masih kurang terutama untuk Dokter Tetap di fasilitas Kesehatan
  • Minimnya fasiltas kesehatan untuk Ibu hamil dan persalinan berdampak kepada resiko persalinan yang bisa mengakibatkan kematian Ibu dan Anak
  • Sistem administrasi yang cukup sulit untuk dipahami oleh Orang Asli Papua
  • Sulitnya Orang Asli Papua mangakses jaminan Kesehatan karena terkendala dokumen-dokumen kependudukan.
  • Sistim rujukan yang belum bersinergi antara Rumah Sakit Umum milik pemerintah dan swasta.
  • BPJS Kesehatan juga tidak mengcover biaya obat dan biaya rawat inap di Rumah Sakit.

HARAPAN

  • Kami butuh pelayan yang pasti dan jelas berdasarkan hak kami sebagai Orang Asli Papua yang dijanjikan bagi kami Orang Asli Papua.
  • Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Keerom dapat menjadi perhatian Bin Syowi di MRP
  • Agar Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan tersedia secara merata dan baik tidak hanya di kota-kota tetapi juga bisa dirasakan di daerah terpencil.
  • Tolong optimalkan pelayanan Kesehatan bagi kami Orang Asli Papua supaya tingkat kematian Orang Asli Papua kurang.

REKOMENDASI

  • Pemerintah menyediakan tenaga Dokter Tetap pada tiap Puskesmas (jangan yang Praktek saja/Apotik)
  • Transportasi Ambulance dan Sopir yang siap 1x 24 jam.
  • Akses dan pelayanan yang gratis dan sistim rujukan yang harus diterima setiap Rumah Sakit Umum Daerah.
  • Rumah Sakit harus memperhatikan hak Pasien.
  • Dana Otonomi Khusus bidang Kesehatan untuk Orang Asli Papua harus transparan dan harus bisa dirasakan oleh Orang Asli Papua.
  • Pelayanan dari Pustu, Puskesmas, Rumah Sakit Umum harus merata dan adil untuk Orang Asli Papua
  • Administrasi pengurusan pengobatan perlu disederhanakan jangan dipersulit dan disesuaikan dengan kondisi daerah Keerom
  • Kartu Papua Sehat perlu diakses kembali
  • BPJS harus mengcover semua jenis obat dan alat kesehatan
  • Akses kesehatan yang mudah serta meningkatkan kualitas pelayanan yang baik dan ketersediaan sarana dan prasarana juga tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki empati.
  • Akses pelayan kesehatan harus memperioritaskan kelompok rentan (Ibu Hamil, Anak, Lansia dan Disabilitas)





Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *