Jayapura – Sekretaris DPD I Partai Golkar
Provinsi Papua, Max Richard Krey, ST, mewakili
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua
Komjen Pol (Purn) Matius Derek Fahkiri, S.IK., S.
H., M.H. (MDF), secara resmi membuka
Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD II Partai
Golkar Kota Jayapura, Sabtu (21/2/2026), di
Hotel Grand Tabi, Kelurahan Entrop, Distrik
Jayapura Selatan.
Dalam sambutannya, Max Krey menyampaikan
permohonan maaf dari Ketua DPD I Partai
Golkar Papua yang tidak dapat hadir secara
langsung karena harus menjalankan tugas-
tugas pemerintahan dalam kapasitasnya
sebagai Gubernur Papua.
“Atas perintah langsung Bapak Ketua DPD I
Partai Golkar Provinsi Papua, Komjen Pol (Purn)
Matius Derek Fahkiri, saya hadir untuk
membuka secara resmi Musda VII DPD II Partai
Golkar Kota Jayapura,” ujarnya.
Max Krey memberikan apresiasi kepada panitia
pelaksana yang telah bekerja maksimal demi
suksesnya agenda politik lima tahunan
tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan
kepada Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD II
Partai Golkar Kota Jayapura, Bung Isak H.
Rumbarar, ST., MM., beserta seluruh jajaran
yang dinilai berhasil melakukan konsolidasi
internal dan eksternal partai.
“Atas nama DPD I Partai Golkar Provinsi Papua,
kami menyampaikan apresiasi atas kerja-kerja
politik, loyalitas, dan dedikasi seluruh kader
yang telah menyukseskan Musda VII ini,”
tegasnya.
Ia menegaskan bahwa Partai Golkar
merupakan salah satu partai tertua di Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang telah
berkontribusi panjang dalam perjalanan
bangsa. Saat ini, Partai Golkar disebutnya
sebagai partai karya kekaryaan yang modern
dan terbuka bagi seluruh anak bangsa yang
ingin mengabdi melalui jalur politik.
Terkait proses pemilihan Ketua DPD II Partai
Golkar Kota Jayapura, Max Krey menegaskan
bahwa Musda VII dilaksanakan secara
demokratis dan transparan.
Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh
kader yang memenuhi syarat administrasi
untuk maju sebagai calon ketua.
“Kami tidak pernah menutup ruang bagi siapa
pun kader Partai Golkar yang ingin maju,
sepanjang memenuhi persyaratan administrasi
politik yang telah ditetapkan panitia,” ujarnya.
Namun hingga batas waktu pendaftaran, baru
satu nama yang resmi mendaftarkan diri, yakni
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo (ABR).
Max Krey juga menepis anggapan bahwa
Musda digelar secara tertutup. Menurutnya,
seluruh proses berjalan terbuka dan sesuai
mekanisme organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia memuji
kekompakan anggota Fraksi Partai Golkar DPR
Kota Jayapura yang hadir lengkap dalam
Musda. Namun, ia juga menyoroti
ketidakhadiran sebagian besar anggota Fraksi
Partai Golkar DPR Papua. Dari sembilan
anggota yang diundang secara resmi, hanya
satu yang hadir, yakni Jaya Kusuma.
“Terima kasih kepada Pak Jaya yang telah
hadir. Ketidakhadiran anggota Fraksi DPRP
Partai Golkar ini akan menjadi catatan politik
dan akan kami laporkan kepada Ketua DPD I
Partai Golkar Provinsi Papua sebagai bahan
evaluasi,” tegasnya.
Acara pembukaan Musda VIII turut dihadiri
unsur Forkopimda Kota Jayapura, Wali Kota
Jayapura, panitia pelaksana, serta para kader
dan simpatisan Partai Golkar.
Dengan memanjatkan puji syukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa, Max Krey atas nama
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua
secara resmi membuka Musda VII DPD II Partai
Golkar Kota Jayapura.
Ia berharap Musda ini dapat berjalan lancar,
demokratis, dan melahirkan Ketua DPD II Partai
Golkar Kota Jayapura yang definitif, sehingga
roda organisasi dapat bergerak lebih masif
dalam menyongsong agenda politik 2029. (*)





