Boven, tabloidbodapost.com.- Pajangan spanduk di depan Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Boven Digoel yang bertuliskan pemberitahuan pelayanan RSUD Boven Digoel yang diduga ditulis oleh para tenaga medis di rumah sakit tersebut sontak saja mengundang orang nomor satu Kabupaten Boven Digoel langsung turun tangan.
Berikut spot tulisan di spanduk “Mohon maaf dan mohon pengertian kepada seluruh masyarakat Boven Digoel dengan berat hati kami sampaikan “saat ini RSUD Boven Digoel hanya dilayani 7 orang Dokter Umum untuk melayani 1 (satu) Rumah Sakit Rujukan selama 24 Jam. Karena keterbatasan tenaga dan kondisi fisik kami yang sudah sangat kelelahan maka ”Mulai Hari Kamis 01 Oktober 2026 Pelayanan UGD RSUD kami kembalikan kepada Pemerintah Boven Digoel “Kami memohon maaf sebesar besarnya keputusan ini, kami ambil demi keselamatan pasien dan juga keselamatan kami, sebagai tenaga medis”
Dari pajangan spanduk tersebut, Bupati Boven Digoel, Ronny Omba, pun turun langsung melihat dari dekat spanduk yang terpasang di depan Rumah Sakit Umum Daerah Boven Digoel.
Dalam keterangannya mengatakan dirinya sudah turun langsung ke RSUD Boven untuk mengecek kondisi dan memastikan baliho (spanduk, red) yang terpasang tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas pemajangan spanduk atau baliho tersebut.
“Tadi saya sudah turun langsung ke RSUD Boven Digoel untuk mengecek kondisi dan memastikan terkait baliho yang terpasang tersebut, namun sampai saat ini belum ada yang mengetahui secara pasti siapa yang memasang baliho itu,” ungkapnya.
Yang jelas kata Bupati, Pemerintah Daerah saat ini memang sedang mengalami keterbatasan tenaga kesehatan.
“Yang jelas kita memang sedang menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan. Saat ini ada sekitar 20 bidan dan perawat yang sedang menjalani pendidikan, sementara kebutuhan dokter juga masih kurang sekitar 9 orang,” kata Ronni Omba.
Pemerintah Daerah terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi ketidaktersediaan tenaga perawat melalui tenaga kontrak baik tenaga dokter maupun tenaga perawat. Untuk dokter kontrak kata Bupati, sebelumnya pihak Pemerintah Daerah memiliki 4 tenaga dokter, namun saat ini tinggal 1 orang. Selain itu Pemerintah Daerah juga mendapatkan alokasi 7 dokter dari Kementerian kesehatan, tetapi baru 4 orang yang sudah berada di Kabupaten Boven Digoel.
“Hari ini kami akan melakukan rapat untuk mencari solusi terbaik, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat teratasi dan berjalan dengan baik dan tenaga kesehatan juga tidak mengalami kelelahan yang berlebihan,” imbuhnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Boven Digoel untuk tetap bersabar dan memahami kondisi yang sedang dihadapi pemerintah daerah. Ditambahkan ini bukan hanya persoalan pelayananan, tetapi menyangkut jiwa dan keselamatan manusia, tentunya harus dicari solusi terbaik.
“Kepada seluruh tenaga kesehatan, saya menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan perjuangannya yang dengan setia melayani dengan hati yang tulus untuk sesama. Melayani masyarakat atau sesama itu juga menyelamatkan kehidupan dan berbuat baik bagi manusia adalah sebuah pengabdian yang mulia dan memiliki nilai pahala di hadapan Tuhan. Mari kita bersama-sama mencari solusi terbaik demi pelayananan kesehatan masyarakat Boven Digoel tercinta,” tutup Bupati. (fbroniomba/tim editor).





